PERAN GRUP “PERPUSTAKAAN PUSTAKAWAN DAN PEMUSTAKA” PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI PARA PENCINTA PERPUSTAKAAN

Print
Category: Artikel Kepustakawanan
Published Date Written by suphaiz

PERAN GRUP “PERPUSTAKAAN PUSTAKAWAN DAN PEMUSTAKA” PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI PARA PENCINTA PERPUSTAKAAN

Oleh:

Faizal Ismail

Disampaikan pada pemilihan pustakawan berprestasi Polines 2014

  1. 1.Pendahuluan

Pada saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat hal ini karena didukung oleh perkembangan era teknologi yang sangat cepat. Sekarang ini yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya masyarakat berpendidikan tinggi tetapi juga masyarakat berpendidikan rendahpun sudah banyak yang memanfaatkan sebagai sarana komunikasi.

Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang cepat ini memudahkan pencari informasi dapat dengan mudah mengakses semua informasi dengan mudah dan cepat.

Sarana komunikasi internet yang dipakai masyarakat saat ini seperti penggunaan email dan media social dapat menjadikan komunikasi menjadi intens mudah dan cepat. Hal ini dikarenakan komunikasi dengan internet tidak terbatas oleh ruang dan waktu, tidak terbatas oleh jarak walaupun lintas benua kita dapat berkumikasi dengan cepat.

Pada jaman “melek teknologi informasi” saat ini banyak pustakawan dan masyarakat sudah menggunakan media sosial facebook sebagai sarana media komunikasi antar pustakawan atau pustakawan dengan pemustaka. Penggunaan media social dapat menjadikan saling keterikatan antara perpustakaan, pustakwan dan pemustaka.

  1. 2.Pengertian

Perpustaakan ialah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpanbuku dan terbitan lainya yang bisanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk di gunakan pembaca, bukan untuk di jual. (Sulistyo Basuki, 1993)

Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. (UUD RI Nomor 43 Tahun 2007) 

Pustakawan ialah orang yang memberikan dan melaksanakan kegiatan perpustakaan dalam usaha pemberian layanan kepada masyarakat sesuai dengan visi dan misi lembaga induknya (Sulistiyo Basuki, 1993)

Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. (UUD RI Nomor 43 Tahun 2007)

Istilah pengguna perpustakaan atau pemakai perpustakaan lebih dahulu digunakan sebelum istilah pemustaka muncul. Menurut Sutarno NS dalam Kamus Perpustakaan dan Informasi mendefinisikan pemakai perpustakaan adalah kelompok orang dalam masyarakat yang secara intensif mengunjungi dan memakai layanan dan fasilitas perpustakaan (2008: 150), sedangkan pengguna perpustakaan adalah pengunjung, anggota dan pemakai perpustakaan (2008:156). Setelah Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan disahkan, istilah pengguna atau pemakai perpustakaan diubah menjadi pemustaka, dimana pengertian pemustaka menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 9 adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan, sedangkan menurut Wiji Suwarno (2009:80), pemustaka adalah pengguna fasilitas yang disediakan perpustakaan baik koleksi maupun buku (bahan pustaka maupun fasilitas lainnya). Ada berbagai jenis pemustaka seperti mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat bergantung pada jenis perpustaaannya.(http://www.pemustaka.com/pemustaka)

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. (http://ptkomunikasi.wordpress.com)

Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004, dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc (http://id.wikipedia.org).

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal. (http://id.wikipedia.org).

3. Pembahasan

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun. Saat ini pengguna facebook di dunia sudah lebih dari 1 milliar orang, sedangkan di Indonesia pengguna facebook berada di peringkat ke 4 dengan jumlah pengguna 48,8 juta orang Meskipun kecepatan Internet di Indonesia dinilai lambat, tetapi negara ini telah memiliki pengguna Facebook yang besar. Pertumbuhan pengguna Facebook di Indonesia apda 2008 mencapai 645%Alasan lain yaitu, negara kepualuan menyebabkan platform seperti Facebook cocok bagi pengguna untuk berhubungan dengan keluarga dan teman yang terpisah jarak. (http://industri.bisnis.com)

Media social facebook yang sebagai media informasi dan komunikasi, kami melihat akan banyak manfaat yang bisa kita ambil jika media social facebook ini kita gunakan sebagai sarana informasi dan komunikasi pustakawan, yaitu antara lain sebagai sarana komunikasi; sarana pembagi informasi; sarana bertukar pendapat; sarana promosi.

Melihat hal tersebut maka pada pertengahan tahun 2009 kami bertiga pustakwan Politeknik Negeri Semarang, yaitu saya sendiri, Suwarno, dan M. Syam Suryanto, berinisiatif membuat sebuah grup di facebook. Grup ini kami rencanakan untuk membahas perkembangan perpustakaan saat itu.

Kemudian grup tersebut kami beri nama grup “PERPUSTAKAAN, PUSTAKWAN, DAN PEMUSTAKA”, dengan harapan yang bergabung adalah para pengelola perpustakaan, pustakawan, pemustaka atau pun masyarakat yang mencintai perpustakaan dapat bergabung, bertukar pendapat, bertukar informasi, dan saling berkomunikasi.

Pada awalnya anggota grup ini hanya para pustakawan di Politeknik Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, beberapa PTS dan pustakawan sekolah di Semarang. Tahun demi tahun keanggotaan merambah ditingkat Jawa Tengah hingga Nasional.

Saat ini saya di grup perpustakaan, pustakawan dan pemustaka bertugas sebagai admin yang tugasnya yaitu bertugas memantau kondisi grup facebook dengan waktu dan tanggung jawab tertentu.

Fungsi admin yaitu:

  1. Fungsi Admin adalah untuk saling membantu memberikan jawaban, masukan, dan saran, atas pertanyaan, pernyataan, dokumentasi dan juga menjadi moderator atas segala pembicaraan yang ada.
  2. Admint berhak menyetujui dan mengeluarkan anggota dari grup .
  3. Admin berhak menyetujui/menolak status di luar Tanya jawab, meninjau manfaat dan maslahatnya sesuai penilaian admin.
  4. Admin berhak menghapus postingan atau koment yang rentan menimbulkan perdebatan.

            (gb. Tampilan grup Perpustakaan, Pustakawan, dan Pemustaka)

Hingga saat ini anggota grup telah berkembang pesat menjadi lebih dari 18.790 anggota, per tanggal 15 September 2014 dari berbagai latar belakang pendidikan atau pekerjaan, mulai dari pustakawan, pemustaka, pengelola taman baca, guru, mahasiswa sampai penerbit.

Banyak hal yang di bahas atau informasikan di grup ini, misalnya tentang lowongan pekerjaan di perpustakaan, tentang pengangkatan tenaga honorer perpustakaan menjadi CPNS, cara mengelola perpustakaan dan lain lain.

Beberapa contoh yang di bahas di grup ini

Yang di bahas di atas yaitu masalah penggunaan aplikasi program perpustakaan dari situ dapat kita lihat banyak yang membatu kita jika ada permasalahan dalam pengelolaan perpustakaan.

Banyaknya komentar yang saling memberikan masukan tentang lowongan info cpns dari D2 perpustakaan yang memang untuk formasi CPNS D2 perpustakaan ini banyak daerah yang tidak membuka formasi dari lulusan D2 perpustakaan

Salah satu dari kiriman anggota grup yaitu mempromosikan buku yang mereka terbitkan, hal ini membuktikan bahwa grup Perpustakaan pustakawan dan pemustaka, layak sebagai tempat media untuk berpromoasi para penerbit karena mereka melihat dari jumlah keanggotaan grup ini banyak dari kalangan pendidik, mahasiswa, maupun pengelola perpustakaan.

Pada pembahasan di atas yang di bahas yaitu tentang jabatan fungsional pustakawan yang sempat ramai di perbincangkan di seminar-seminar mengenai sertifikasi perpustakaan.

Dengan adanya era teknologi ini di harapkan para pustakawan “gaul” teknologi, sehingga para pustakawan akan mendapatkan nilai jual lebih menghilangkan kesan pustakawan hanya sebagai penjaga perpustakaan yang tidak gaul atau tidak up date teknologi.

4. KESIMPULAN

Perpustakaan dan pustakawan berperan sebagai salah satu penyampai dan penyebar informasi yang di butuhkan oleh masyarakat, sesaui dengan perkembangan jaman ini mau tidak mau perpustakaan dan pustakwan harus mau ber tranformasi untuk menjadi penyampai informasi atau sebagai sumber informasi yang up date baik dari segi penampilan maupun dari segi sistem informasinya.

Dengan adanya grup yang membahas tentang dunia perpustakaan kita para pustakawan maupun masyarakat yang peduli akan perpustakaan dapat saling bertukar informasi yang tujuannya yaitu demi kemajuan dunia pendidikan, demi kemajuan anak bangsa, demi kemajuan Negara kita.

Daftar Pustaka

Sulistyo Basuki. 1993. “Pegantar Ilmu Perpustakaan”. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Littlejohn, Stephen W. 2008. “Teori Komunikasi”. Jakarta: Salemba Humanika

Khomsahrial Romli. 2011. “Komunikasi Organisasi Lengkap”. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia

Sutarno NS. http://www.pemustaka.com/pemustaka

Wiji Suwarno. http://www.pemustaka.com/pemustaka

perpustakaan.uns.ac.id.

misbah-zaenal-fisip12.web.unair.ac.id

http://ptkomunikasi.wordpress.com

http://id.wikipedia.org

http://www.piss-ktb.com

http://industri.bisnis.com

Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang 50275, PO BOX 6199/SMS

Telp. 024-7473417, 024-7499585, 024-7499586 (ext. 119)
Telp/Fax. 024-7472396
email: perpus@polines.ac.id

Copyright 2014 PERAN GRUP “PERPUSTAKAAN PUSTAKAWAN DAN PEMUSTAKA” PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI PARA PENCINTA PERPUSTAKAAN. PerpustakaanPolines
Templates Joomla 1.7 by Wordpress themes free